Uber dan Nuro secara resmi telah memasuki fase berikutnya dari kemitraan mereka, memulai pengujian internal layanan pemesanan kendaraan otonom premium di San Francisco. Saat ini, karyawan Uber tertentu dapat memesan Lucid Gravity SUV khusus melalui aplikasi Uber, yang menandai langkah signifikan menuju peluncuran komersial.
Teknologi di Balik Perjalanan
Kendaraan yang digunakan dalam program percontohan ini bukanlah kendaraan listrik standar; mereka adalah rangkaian sensor seluler yang sangat canggih. Untuk menavigasi jalanan kompleks San Francisco, SUV Lucid Gravity dilengkapi dengan:
- Sistem Otonomi Nuro: “Otak” kendaraan, yang mengatur keputusan mengemudi.
- Nvidia Drive AGX Thor: Platform komputasi berkinerja tinggi yang mendukung tumpukan otonomi.
- Rangkaian Sensor Tingkat Lanjut: Kombinasi kamera resolusi tinggi, lidar solid-state, dan radar untuk memberikan pandangan lingkungan 360 derajat.
Saat kendaraan beroperasi dalam mode otonom, operator keselamatan manusia tetap berada di belakang kemudi untuk bertindak sebagai cadangan, memastikan keselamatan selama fase pengujian kritis ini.
Aliansi Strategis Bernilai Jutaan Dolar
Program percontohan ini merupakan penerapan praktis dari komitmen finansial besar-besaran yang dibuat antar perusahaan. Kemitraan ini dibangun berdasarkan pertukaran modal yang signifikan yang dirancang untuk mengamankan pijakan di masa depan transportasi otonom:
- Investasi Uber: Uber telah menginvestasikan $300 juta di Lucid dan jumlah “multi-ratus juta dolar” yang dirahasiakan ke Nuro.
- Komitmen Armada: Uber telah setuju untuk membeli setidaknya 20.000 SUV Lucid Gravity selama enam tahun ke depan.
- Model Operasional: Uber bermaksud untuk memiliki dan mengoperasikan layanan robotaxi premium, yang berpotensi memanfaatkan dukungan pihak ketiga untuk mengelola armadanya.
Mengapa Fase Pengujian Ini Penting
Peralihan dari pengujian jalur tertutup ke perjalanan karyawan di dunia nyata merupakan transisi penting dalam pengembangan kendaraan otonom (AV). Fase ini berfokus pada dua tantangan penting yang sering menentukan keberhasilan atau kegagalan layanan robotaxi:
- “Pengalaman Pengendara”: Selain mengemudi, perusahaan juga menguji cara kendaraan, perangkat lunak, dan penumpang berinteraksi. Ini termasuk antarmuka dalam aplikasi dan kenyamanan berkendara.
- Logistik Penjemputan dan Pengantaran: Menavigasi tepi jalan, mengatur lalu lintas saat penumpang menaiki pesawat, dan memastikan pemberhentian yang aman di lingkungan perkotaan yang sibuk merupakan tugas yang sangat sulit bagi AI. Pengujian di dunia nyata memungkinkan Nuro menyempurnakan manuver “meter terakhir” ini.
Melihat ke Depan
Nuro saat ini memiliki armada teknik yang terdiri dari 100 SUV Lucid Gravity di berbagai kota di AS untuk mengumpulkan data. Meskipun pengujian saat ini terbatas pada karyawan, jadwal penerapan yang lebih luas kini menjadi lebih jelas. Menurut pengajuan peraturan, produksi kendaraan khusus yang dimodifikasi ini diharapkan akan dimulai pada akhir tahun 2026, dengan rencana peluncuran publik segera setelahnya.
Percontohan ini mewakili pergeseran dari teori mengemudi otonom ke realitas logistik dalam mengelola armada transit premium berskala besar di lingkungan perkotaan yang hidup.
Kesimpulan
Dengan mengintegrasikan AI Nuro dengan perangkat keras mewah Lucid, Uber memposisikan dirinya untuk memimpin segmen premium di pasar layanan pemesanan kendaraan otonom. Keberhasilan uji coba di San Francisco ini akan menentukan apakah kendaraan ini dapat menguasai nuansa kompleks layanan penumpang perkotaan sebelum dirilis dalam skala luas.






























