Roblox Akan Menerapkan Tingkatan Akun Berbasis Usia untuk Meningkatkan Keamanan Anak

7

Dalam perubahan signifikan dalam arsitektur platformnya, Roblox telah mengumumkan sistem baru klasifikasi akun berdasarkan usia. Langkah ini dirancang untuk lebih melindungi pengguna muda dengan mengelompokkan komunitas ke dalam kelompok usia tertentu, masing-masing dengan pembatasan akses konten dan komunikasi yang disesuaikan.

Struktur Akun Baru

Mulai awal Juni, Roblox akan beralih dari pendekatan satu ukuran untuk semua, dan malah mengkategorikan pengguna ke dalam tiga tingkatan berbeda:

  • Roblox Kids (Usia 5–8): Dirancang untuk pengguna termuda, dengan perlindungan paling ketat.
  • Roblox Select (Usia 9–15): Tingkat menengah untuk anak-anak yang lebih tua dan remaja muda.
  • Roblox (Usia 16+): Pengalaman akun standar untuk pengguna yang lebih tua dan orang dewasa.

Untuk mencegah kebingungan, platform akan menerapkan perlakuan latar belakang visual yang berbeda dalam aplikasi, sehingga segera memperjelas jenis akun mana yang sedang aktif. Penetapan usia akan ditangani melalui teknologi pemeriksaan usia global Roblox atau melalui verifikasi langsung oleh orang tua.

Memperkuat Keamanan Melalui Pembatasan

Pendorong utama di balik perubahan ini adalah kebutuhan untuk memitigasi risiko yang terkait dengan interaksi yang tidak diawasi. Roblox secara historis menghadapi pengawasan ketat terkait fungsi obrolannya, yang dikaitkan dengan insiden pelecehan online dan perilaku predator.

Untuk mengatasi kerentanan ini, tingkatan baru ini memperkenalkan batasan khusus pada interaksi sosial dan konten:

1. Kontrol Komunikasi

  • Untuk akun “Anak-anak”: Obrolan platform akan dinonaktifkan secara default.
  • Untuk akun “Pilih”: Fungsi obrolan akan “diperkenalkan secara bertahap” bersamaan dengan perlindungan khusus untuk memastikan keamanan seiring bertambahnya usia pengguna.

2. Pemfilteran Kedewasaan Konten

  • Pengguna “Anak-anak” hanya akan memiliki akses ke game berlabel kematangan konten Minimal atau Ringan.
  • Pengguna “terpilih” akan dibatasi pada game dengan label kedewasaan konten Sedang.

“Dalam hal keselamatan, kami melakukan hal yang benar… karena kesejahteraan komunitas kami adalah prioritas utama kami,” kata CEO dan pendiri Roblox David Baszucki.

Konteks yang Lebih Luas: Dorongan Global untuk Verifikasi

Langkah Roblox ini tidak terjadi sendirian. Hal ini mencerminkan tren peraturan global yang semakin meningkat dimana pemerintah semakin menuntut agar platform digital mengambil tanggung jawab proaktif untuk melindungi anak di bawah umur. Mulai dari Inggris hingga berbagai negara bagian di AS, undang-undang baru mendorong proses verifikasi usia yang lebih ketat, yang seringkali memerlukan tanda pengenal pemerintah atau izin orang tua yang jelas.

Industri ini saat ini sedang menghadapi tindakan penyeimbangan yang sulit antara keselamatan dan privasi pengguna. Meskipun perusahaan seperti Google (YouTube), OpenAI, dan Discord sedang mengeksplorasi teknologi verifikasi usia—termasuk estimasi usia berbasis AI—peluncurannya jarang berjalan mulus. Discord, misalnya, menghadapi reaksi negatif yang signifikan ketika mencoba menerapkan persyaratan serupa, yang menyebabkan penundaan dalam rencana mereka.

Dengan menerapkan akun berjenjang ini, Roblox berupaya untuk tetap berada di depan tekanan peraturan sambil mengatasi masalah keamanan spesifik yang menghantui platform ini dalam beberapa tahun terakhir.


Kesimpulan
Dengan mengelompokkan basis penggunanya ke dalam tingkatan usia tertentu, Roblox berupaya menciptakan lingkungan yang lebih terkendali yang menyeimbangkan permainan sosial dengan pagar keselamatan yang penting. Pergeseran ini menandai langkah penting dalam upaya platform ini untuk memitigasi risiko seperti tindakan yang tidak pantas dan paparan konten yang tidak pantas di tengah meningkatnya tekanan peraturan global.