Qualcomm Memperluas Kekuatan Pemrosesan AI ke Ponsel Kelas Menengah

7

Qualcomm menghadirkan kemampuan AI terbarunya ke lebih banyak smartphone dengan merilis chip Snapdragon 8 Gen 5. Langkah ini memungkinkan produsen untuk menawarkan fitur-fitur canggih – yang sebelumnya disediakan untuk perangkat andalan – di ponsel yang lebih terjangkau. Chip baru ini mengikuti peluncuran Snapdragon 8 Elite Gen 5 papan atas Qualcomm, yang memulai debutnya di ponsel premium seperti OnePlus 15 seharga $900.

Menjembatani Kesenjangan Kinerja

Qualcomm secara strategis merilis beberapa versi chip untuk memenuhi beragam titik harga. Produsen ponsel kini dapat mengintegrasikan fitur AI yang canggih ke dalam perangkat kelas menengah (biasanya seharga $700 atau kurang) tanpa mengorbankan kinerja inti. Pendekatan ini dicontohkan oleh OnePlus 15R mendatang, yang kemungkinan akan menampilkan Snapdragon 8 Gen 5, menawarkan penurunan spesifikasi – dan harga – dari rekan andalannya.

Peningkatan Inti dalam Kekuatan Pemrosesan

Snapdragon 8 Gen 5 dibangun berdasarkan Snapdragon 8 Gen 3 (dirilis pada tahun 2023). Peningkatan utama mencakup CPU Oryon Qualcomm, yang memberikan kinerja 36% lebih cepat dan efisiensi daya 42% lebih baik. Unit pemrosesan grafis (GPU) juga mengalami peningkatan yang signifikan dengan peningkatan kinerja sebesar 11% dan efisiensi sebesar 28% lebih baik. Peningkatan ini memungkinkan fitur AI yang lebih responsif, seperti saran kontekstual berdasarkan data pengguna, yang pada awalnya eksklusif untuk seri “Elite” Qualcomm.

AI Tanpa Harga Unggulan

CPU Oryon sangat penting untuk mengaktifkan kemampuan agen AI tingkat lanjut. Meskipun Snapdragon 8 Elite Gen 5 mencapai kecepatan puncak 4,6GHz, Snapdragon 8 Gen 5 beroperasi pada 3,8GHz, yang menunjukkan adanya perbedaan performa. Namun Qualcomm belum sepenuhnya merinci perbandingan langsung antara kedua chip tersebut. Peluncuran strategis ini berarti bahwa konsumen akan segera memiliki akses terhadap alat AI mutakhir di ponsel yang tidak memerlukan label harga tertinggi.

Ekspansi Qualcomm ke pemrosesan AI kelas menengah menunjukkan tren industri yang lebih luas: fitur-fitur canggih tidak lagi eksklusif untuk perangkat premium. Pergeseran ini didorong oleh permintaan konsumen akan ponsel cerdas yang lebih cerdas dengan harga terjangkau.