Model AI Baru Meta: Melampaui Chatbots, Mendukung Kecerdasan Visual

12

Meta telah meluncurkan generasi ketiga dari “Segment Anything Models” (SAM), serangkaian alat AI yang dirancang untuk analisis visual tingkat lanjut. Meskipun berbeda dari model bahasa besar Llama yang populer di Meta, sistem baru ini mewakili lompatan signifikan dalam cara mesin “melihat” dan berinteraksi dengan dunia fisik. SAM 3 berfokus pada deteksi dan segmentasi objek secara presisi, artinya SAM 3 dapat mengidentifikasi dan mengisolasi elemen dalam gambar dan video secara akurat.

Cara Kerja SAM 3: Pemahaman Visual yang Tepat

Tidak seperti chatbot AI, model SAM unggul dalam mengenali objek tertentu, bahkan dalam pemandangan yang kompleks. Meta melatih SAM 3 pada kumpulan data besar berupa gambar dan video yang dipasangkan dengan deskripsi teks mendetail. Hal ini memungkinkan AI untuk merespons permintaan yang sangat spesifik: misalnya, memilih semua gajah di foto atau menyorot “topi merah” di tengah kerumunan. Kemampuan model untuk menafsirkan kueri yang berbeda-beda adalah kekuatan utamanya.

Model ini bukan untuk membuat gambar atau video baru, namun untuk menganalisis konten visual yang sudah ada. Pengembang dapat mengakses versi bobot terbuka melalui Meta’s Segment Anything Playground. Namun dampak nyatanya akan dirasakan oleh pengguna sehari-hari melalui perbaikan pada platform Meta sendiri.

Penerapan Praktis: Dari Media Sosial hingga Konservasi Satwa Liar

Meta mengintegrasikan SAM 3 ke dalam beberapa produknya:

  • Pengeditan dan Getaran Instagram: Memungkinkan pengeditan batch gambar dan video yang lebih tepat.
  • Facebook Marketplace: Meningkatkan fitur “tampilan dalam ruangan”, memungkinkan pengguna memvisualisasikan furnitur di rumah mereka dengan lebih realistis.

Selain aplikasi konsumen, SAM 3 terbukti bermanfaat dalam penelitian ilmiah. Meta bermitra dengan ConservationX dan Osa Conservation untuk menganalisis lebih dari 10.000 jam rekaman kamera satwa liar, mengidentifikasi lebih dari 100 spesies dengan akurasi lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bagaimana AI dapat mempercepat upaya konservasi dengan mengotomatisasi analisis data yang membosankan.

Strategi AI Meta: Ambisi dan Tantangan Internal

Pengembangan model SAM adalah bagian dari upaya Meta yang lebih luas menuju kecerdasan buatan. Perusahaan ini berinvestasi besar-besaran dalam merekrut talenta AI terkemuka pada awal tahun ini, namun juga menghadapi kemunduran internal. Laporan terbaru menunjukkan restrukturisasi signifikan dalam divisi AI Meta, termasuk PHK dan potensi kepergian tokoh kunci, Yann LeCun. Terlepas dari tantangan ini, Meta tetap berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam AI visual.

Kemajuan dalam kecerdasan visual ini kemungkinan akan mengubah cara kita berinteraksi dengan konten digital, menjadikan pengeditan dan analisis menjadi lebih efisien dan intuitif. Meskipun perjuangan internal Meta cukup menonjol, potensi SAM 3 dan model serupa untuk mendorong inovasi baik di bidang komersial maupun ilmiah tidak dapat disangkal.