Jonathan Blow, otak di balik permainan puzzle terkenal Braid dan The Witness, telah meluncurkan proyek berikutnya: Order of the Sinking Star. Diumumkan menjelang The Game Awards 2025, game ini memperluas gaya khas Blow berupa teka-teki rumit dan melanggar aturan dengan meta-narasi yang mempertanyakan makna paling mendasar dari keberadaan.
Judul baru ini, yang dikembangkan oleh studio Blow, Thekla, Inc., menghadirkan kepada para pemain dunia pulau-pulau yang saling terhubung. Setiap pulau berisi tantangan teka-teki unik yang semakin kompleks, yang akhirnya menyebar ke dunia luar itu sendiri. Game ini mengambil inspirasi dari subgenre teka-teki Sokoban Jepang, di mana pemain dengan hati-hati memindahkan kotak di sekitar ruangan, namun Blow dan timnya telah mengembangkan mekanisme ini dengan perubahan baru. Pemain akan menavigasi rintangan, mengontrol banyak karakter dengan kemampuan berbeda (termasuk penyihir teleportasi dan pencuri penyeret blok), dan bahkan menghadapi teka-teki yang melibatkan naga.
Kejadian Tak Terduga: Mesin Game Menjadi Proyek Penuh
Order of the Sinking Star dimulai sebagai bukti kecil konsep untuk bahasa pemrograman baru Blow, Jai, dan mesin permainan khusus yang dibangun di sampingnya. Namun, tim tidak dapat menahan diri untuk tidak memperluas proyek tersebut. Seperti yang dikatakan Blow sendiri, “Seharusnya kecil… tapi karena alasan tertentu, agak bodoh jika membuat game tentang ledakan kombinatorial dan mengharapkannya menjadi kecil.” Hasilnya adalah pengalaman teka-teki yang luas dan ambisius yang menurut Blow ia mungkin tidak akan mencobanya lagi tanpa tim yang jauh lebih besar.
Kuadran Puzzle yang Saling Bertautan
Permainan ini memiliki empat kuadran berbeda, masing-masing dengan mekanisme dan narasi unik. Pemain dapat melakukan perjalanan di antara mereka menggunakan teleporter, tetapi tantangan sebenarnya terletak pada perbatasan tempat kuadran ini bertabrakan. Zona penggabungan ini menggabungkan mekanisme, menciptakan teka-teki yang menuntut pemikiran kreatif dan kemampuan beradaptasi. Misalnya, pemain mungkin mendapati diri mereka memanipulasi pahlawan fantasi bersama klon cermin, memaksa mereka memikirkan kembali cara mereka menghadapi setiap tantangan.
Kedalaman Filosofis: Eksistensialisme Pasca Kelangkaan
Permainan Blow dikenal dengan tema filosofis yang mendasarinya, dan Orde Bintang Tenggelam tidak terkecuali. Berlatar 500 tahun di masa depan, game ini mengeksplorasi masyarakat pasca-kelangkaan di mana kebutuhan dasar terpenuhi, namun masih ada pertanyaan mendalam tentang tujuannya. Blow menanyakan apakah kebahagiaan masih memiliki makna di dunia tanpa perjuangan, dan bagaimana manusia dapat mengisi hari-hari mereka ketika kelangsungan hidup tidak lagi menjadi perhatian.
“Jika Anda tidak mempunyai masalah dan semua orang pada dasarnya kaya raya, apa gunanya hidup pada saat itu? Apakah orang-orang masih berinteraksi dengan cara yang normal? Apakah mereka bahkan berbicara satu sama lain? Bagaimana perasaan mereka dari hari ke hari tentang diri mereka sendiri?”
Kisah game ini terungkap melalui detail lingkungan, log audio, dan dialog karakter, secara bertahap mengungkap narasi yang “jauh, jauh lebih” substansial dibandingkan karya-karya Blow sebelumnya.
Filosofi Desain yang Tak Terduga
Blow dikenal karena sengaja melampaui batas-batas desain game yang ada. Dia percaya bahwa pengalaman paling berharga datang dari permainan yang melampaui ekspektasi, dan Order of the Sinking Star dibangun berdasarkan premis tersebut. Dia mencatat bahwa game yang sukses sering kali mengejutkan para pemain, seperti Pangeran Biru, yang tidak diantisipasi ingin dimainkan oleh siapa pun di awal tahun 2025.
Game ini dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2026, dan meskipun Blow telah membuat prototipe proyek berikutnya (yang bukan merupakan game puzzle), dia tetap fokus untuk memberikan pengalaman menakjubkan yang memperluas tema dan mekanisme Order of the Sinking Star.
Order of the Sinking Star bukan sekadar permainan puzzle; ini adalah eksperimen bagaimana pemain berinteraksi dengan aturan, makna, dan pertanyaan mendasar tentang apa yang harus dilakukan ketika semua masalah terselesaikan.





























