Kru Artemis II NASA Bersiap untuk Splashdown Bersejarah

19

Setelah perjalanan selama satu dekade ke sekitar bulan, empat astronot dari misi Artemis II bersiap untuk kembali ke Bumi. Setelah 10 hari berada di luar angkasa, para kru—terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—dijadwalkan untuk mengakhiri misi mereka dengan pendaratan di Samudra Pasifik hari ini.

Garis Waktu Misi dan Detail Tampilan

Urutan kembalinya diperkirakan akan dimulai dengan masuknya kembali atmosfer pada 19:33. ET, dengan pesawat ruang angkasa Orion diproyeksikan jatuh di lepas pantai San Diego, California, pada 20:07 ET. DAN**.

NASA akan menyiarkan langsung pendaratan tersebut, sehingga masyarakat dapat menyaksikan momen-momen terakhir dari misi penting ini.

Perjalanan Pemecahan Rekor

Misi Artemis II mewakili pertama kalinya manusia menjelajah orbit bulan dalam lebih dari setengah abad. Para kru diperkirakan mencapai jarak 252.760 mil dari Bumi—jarak yang setara dengan terbang antara New York City dan Los Angeles sekitar 100 kali.

Meskipun luasnya ruang angkasa, para astronot tinggal di dalam pesawat ruang angkasa Orion, yang menawarkan ruang layak huni sekitar 330 kaki kubik—sebanding dengan interior dua minivan.

Menguji Batas Luar Angkasa

Meskipun misi ini memberikan pemandangan yang menakjubkan, tujuan utamanya adalah validasi ilmiah dan teknis. Para kru bertindak sebagai subjek uji langsung untuk mengevaluasi kinerja pesawat ruang angkasa Orion di lingkungan luar angkasa. Tujuan utamanya meliputi:
Keandalan komunikasi: Menguji tautan data jarak jauh dengan Earth.
Akurasi navigasi: Melakukan penyesuaian lintasan yang tepat.
Dukungan dan keselamatan hidup: Mengevaluasi kelayakhunian dan sistem kapsul.
Protokol masuk kembali: Menguji kemampuan pesawat ruang angkasa untuk bertahan dalam panasnya atmosfer bumi.

Tantangan Masuk Kembali yang Penting

Tahap terakhir dari misi ini, yaitu splashdown, bisa dibilang merupakan fase yang paling berisiko. Selama misi Artemis I tanpa awak pada tahun 2022, NASA mengamati kerusakan tak terduga pada pelindung panas Orion. Pelindungnya, terdiri dari bahan khusus yang disebut AVCOAT, dirancang untuk menghilangkan suhu yang mencapai hampir 5.000 derajat Fahrenheit.

Meskipun perisai Artemis I menunjukkan hangus dan retak yang tidak terduga, NASA memastikan bahwa pesawat ruang angkasa tersebut akan tetap aman bahkan jika ada manusia di dalamnya. Namun, pembelajaran dari misi tersebut telah menjadikan pelindung panas sebagai fokus utama bagi para insinyur saat mereka memantau turunnya awak Artemis II.

Momen Keajaiban dan Hubungan Manusia

Misi tersebut bukannya tanpa unsur kemanusiaan. Di luar tantangan teknis—termasuk kendala logistik kecil seperti masalah perangkat lunak—para kru mengalami fenomena langit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Salah satu hal yang paling penting adalah menyaksikan gerhana matahari total dari jarak beberapa ribu mil dari Bulan. Spesialis misi Christina Koch menggambarkan perspektif unik saat melihat “sinar bumi”—cahaya yang dipantulkan dari Bumi—membungkus Bulan dalam cahaya lembut selama gerhana.

Misi tersebut juga meninggalkan warisan abadi pada lanskap bulan. Para kru mengidentifikasi dan memberi nama kawah baru, termasuk kawah yang didedikasikan untuk mengenang mendiang istri komandan misi Reid Wiseman, Carroll.

Misi Artemis II berfungsi sebagai jembatan penting antara eksplorasi bulan di masa lalu dan masa depan tempat manusia tinggal dan bekerja di Bulan dan Mars.

Kesimpulan
Keberhasilan pendaratan Artemis II akan menandai berakhirnya babak bersejarah dalam eksplorasi ruang angkasa, menyediakan data penting yang diperlukan untuk mempersiapkan umat manusia menghadapi kehadiran permanen di bulan.