Pemerintahan Trump Menghentikan Penyewaan Ladang Angin dengan Alasan “Risiko Keamanan Nasional” yang Tidak Dirinci

8

Pemerintahan Trump tiba-tiba menghentikan sewa untuk lima proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai di sepanjang Pantai Timur, dengan alasan “risiko keamanan nasional” yang tidak jelas tanpa memberikan rinciannya. Keputusan ini secara efektif menghambat investasi bernilai miliaran dolar dan mengancam ribuan lapangan kerja di sektor energi ramah lingkungan yang sedang berkembang.

Dampak Langsung

Proyek yang dihentikan berada dalam berbagai tahap pengembangan di dekat Massachusetts, New York, Virginia, Rhode Island, dan Connecticut. Satu ladang angin yang beroperasi sebagian juga akan berhenti beroperasi. Langkah ini membuat kontrak yang sudah ada menjadi berantakan, berpotensi menimbulkan perselisihan hukum dan kerugian ekonomi yang signifikan bagi pengembang dan investor.

Mengapa Ini Penting: Melampaui Ekonomi

Waktu pengambilan keputusan ini patut dicurigai. Hanya beberapa minggu sebelumnya, seorang hakim federal membatalkan upaya pemerintahan Trump sebelumnya untuk memblokir pengembangan pembangkit listrik tenaga angin, dan memutuskan bahwa hal tersebut melanggar hukum federal. Langkah terbaru pemerintah ini tampaknya menghindari tantangan hukum dengan menerapkan keamanan nasional, sebuah pembenaran yang sering digunakan Trump untuk kebijakan-kebijakan kontroversialnya, termasuk perang dagang dan bahkan upaya untuk membeli Greenland.

Keputusan ini juga sejalan dengan penolakan Trump terhadap energi terbarukan. Pemerintahannya secara konsisten memprioritaskan bahan bakar fosil dan secara aktif melemahkan upaya transisi menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sikap ini sangat penting mengingat meningkatnya biaya energi dan meningkatnya tekanan politik untuk mengatasi perubahan iklim.

Sejarah Oposisi

Keengganan Trump terhadap turbin angin sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Dia sebelumnya menentang pembangunan proyek tersebut di dekat lapangan golfnya di Skotlandia, dengan alasan masalah estetika. Tindakan terbaru ini menunjukkan berlanjutnya permusuhan pribadi tersebut, yang kini meluas ke skala ekonomi dan kebijakan yang lebih besar.

Penghentian ini bukan tentang keamanan, namun tentang pengabaian terhadap pengembangan energi terbarukan dan kesediaan untuk mengganggu perekonomian demi memaksakan preferensi pribadi atau ideologis.

Kurangnya transparansi pemerintah mengenai dugaan risiko keamanan nasional semakin memicu skeptisisme. Tanpa bukti nyata, tindakan tersebut tampak sewenang-wenang dan didorong oleh faktor-faktor di luar masalah keamanan yang sah.

Keputusan ini merupakan kemunduran bagi sektor energi bersih AS dan menekankan preferensi pemerintah terhadap bahan bakar fosil, bahkan dengan mengorbankan stabilitas ekonomi.